You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Cigentur

Kec. Paseh, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat
Info
Wilujeng Sumping di Web Resmi Desa Cigentur :  www.cigentur.desa.id Bersama membangun desa melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan partisipatif menuju desa yang maju, mandiri dan berbudaya berlandaskan ahlakul karimah

HADAPI MUSIM PENGHUJAN, H. HIDAYAT KADES CIGENTUR DAN WARGA BERSIHKAN SALURAN AIR


HADAPI MUSIM PENGHUJAN, H. HIDAYAT KADES  CIGENTUR DAN WARGA  BERSIHKAN SALURAN AIR

Cigentur - Gotong royong merupakan sifat masyarakat indonesia, hal ini tercermin dari  Pemerintahan Desa Cigentur Kec. Paseh Kab. Bandung. H. Hidayat Kades Cigentur bersama warga   kerja bakti membersihkan saluran air menuju areal persawahan Ranca Belekok  Kp. Bakung Desa Cigentur Kec. Paseh, Selasa (17/12/2019).

Pagi itu dengan hadirnya H. Hidayat Kades Cigentur, membuat suasana menjadi semangat karena  H. Hidayat turun langsung membantu warganya melaksanakan kerja bakti. Tanpa takut teriknya matahari dan keringat yang membasahi pakaiannya, H. Hidayat tampak semangat membantu warga membersihkan saluran air persawahan.

Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kades mempunyai peran penting bagi warganya, dalam kesempatan tersebut H. Hidayat juga menyampaikan beberapa pesan terutama di musim penghujan ini, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya saat musim hujan.

  1. Hidayat mengatakan bahwa diharapkan dengan adanya kerja bakti semacam ini bisa terjalin hubungan yang baik antara perangkat desa dan juga warga desa.
  2. Hidayat berharap, aksi ini tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tapi juga bermanfaat bagi para petani. Sebab, saluran yang dibersihkan juga berfungsi untuk irigasi sawah. Jika tersumbat akan mempengaruhi debit air untuk sawah.

Di samping melakukan pembersihan saluran, warga selalu diminta agar tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran air dan irigasi. Karena sampah menjadi salah satu penyebab lain sedimentasi sungai yang berakibat banjir.

“Kerja bakti sudah menjadi budaya. Ada yang teragenda, ada juga spontanitas jika melihat keadaan saluran air kotor atau penuh dengan sampah,’’ tuturnya. 

Bagikan artikel ini:
Komentar