Desa Cigentur
Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung - 32
ADMIN | 27 September 2019 | 875 Kali Dibaca
Artikel
ADMIN
27 September 2019
875 Kali Dibaca
Menyimak, dan mencermati tulisan KH. Isak Farif yg inspiratif bagaimana menggabarkan 2 tokoh Ulama muda secara akrobatik, cerdas, fenomenal dan menimbulkan decak kagum yang membacanya.
Duo tokoh tersebut adalah KH. Masluh dan K. Kholis Ma'mun (Aa Yuyun) adalah dua orang yg sudah berteman sejak kls 1 Di Mts B. Arqom. Beliau berdua mempunyai kecerdasan diatas rata2 teman seangkatannya. Sama2 dapat menghapal alfiyah ibnu malik hanya dalam waktu satu bulan sudah diluar kepala.
Di Baitul arqom, mendapat bimbingan keilmuan dan akhlak dari orang-orang hebat, dari mama Ubaidillah, KH. Ali imron, KH. Yusuf Salim, KH. Abdul Khobir dan lain2.
Kalau kemarin disebut ada catur dan wayang, itu adalah cara hiburan mereka disela-sela kesibukan belajarnya. Tiap malam jum'at selalu datang kerumah saya untuk acara itu, mereka bercanda ria degan gelak tawa yang membahana, terutama ketika sang dalang sudah sampai ke episode keluarga Semar.
Selepas dari Baitul Arqom mereka berpisah, Aa Yuyun pergi ke guru ayahnya di Cicalengka, beberapa tahun disana, lalu diteruskan ke Cibeureum tapi tidak lama karena dipanggil oleh pamannya KH. Yusuf Salim, dipindahkan ke Pesantren Annidhom. Pernah akan diberi beasiswa ke Yaman oleh seorang Ulama besar dari sana yg takjub dgn kepintarannya, begitu datang ke uwanya, KH. Ali Imron, langsung mencegahnya dengan mengatakan: mun ente hayang elmu, teu kudu jauh-jauh ka Yaman, cukup di Annidhom, hayang elmu naon? Aya didinya. Ternyata baru beberapa bulan saja nyantri di Annidhom, sudah diangkat menjadi katib kiai yg tugasnya diantaranya menyusun masail2 fiqhiyah yg akan dibahas di munas NU, dan setiap Kiai dapat undangan dari PBNU terutama utk Bahsul masail, maka Aa Yuyun pasti dapat peran sebagai penyusun permasalahan2nya, dari berbagai kitab2 raksasa. Kita tahu Kiai Annidhom, beliau adalah sosok kiai kutub buku yg mendapat limpahan kitab-kitab di berbagai keilmuan, terutama kitab-kitab Fiqih, dari gurunya, seorang waliyulloh, Habib Syeh Al attos, seorang Habib besar di Indonesia, yg keilmuannya sangat dikagumi oleh al hafidz Sayyid Muhammad al Maliki, seorang ulama Mekkah, yg disebut2 sebagai mujaddid abad sekarang.
Sedangkan KH. Masluh, selepas dari Baitul Arqom langsung ke Cibeureum Sukabumi. Ketika beliau baru duduk disana selama 2 tahun lebih, ada pertanyaan dari gurunya, KH.Aang Sadeli kepada Pak Fikri yg sedang Sowan ke gurunya kang Omas : Pak Fikri, abdi hoyong terang, rupi Omas Masluh teh Putra saha sareng kaitan nasabna timana? Jawabannya adalah bahwa kg Omas itu punya kaitan nasab ke Nuryayi... Oooh pantesan upami kitu mah, soalna abdi nembe gaduh santri anu tingkat kecerdasanna seperti Omas, mung ukur 2 thn, sadayana pelajaran nu didugikeun kuabdi, tos dikuasai. Kita tahu bahwa Pesantren Darul hikam adalah Pesantren Alat yg apabila mau khotam disana, minimal 10 kita hrs tinggal disana, itupun kalau belajarnya sungguh2.
Sekarang mereka berdua sudah menjadi pimpinan Pesantren yg mereka kelola, yang satu Mudir Ma'had Badrul Ulum Sinapeul, yg lainnya sesepuh Pesantren Alma'muniya. Dua Pesantren yg kualitas pendidikannya begitu hebat, sehebat kualitas keilmuan pimpinan Pesantren tsb.
Dari tulisan diatas sayapun punya pengalaman yang luar biasa sebagai alumni Ma'had Baitul Arqom menjadi saksi ketika umroh bareng....ternyata aa yuyun bebicara dengan orang arab begitu faseh padahal tidak pernah mukim di Timur Tengah.
Duo tokoh memberikan motivasi kepada kita yg masih thalabulilmu selalu
1. Mujahadah (sungguh2) dalam menuntut ilmu
2. Tidak ada kata terlambat dalam mencari ilmu untuk selalu terus menuntut ilmu
3. Irtibatulqolbi kepada Guru2 yg pernah memberikan pemahaman ilmu.
4. Tidak ada yg mustahil bagi Alloh memberikan kecerdasan diatas rata-rata kepada hambanya. Dan mudah-mudahan Anak-anak kita seperti duo tokoh ulama muda tadi dalam kecerdasan ilmu dan keteladanan Akhlaknya.
5.Ulama-ulama yang menjadi panutan dan pimpinan di Nahdlatul Ulama (NU) bukan ulama sembarangan. Yaitu ulama yang tidak terlalu normatif atau standar. Akan tetapi, tokoh pimpinan NU merupakan sosok yang memiliki kecerdasan.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2495
Populasi
2415
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
4910
2495
Laki-laki
2415
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
4910
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
H. HIDAYAT
Sekretaris
SIDIK PERMANA, S.sos.I
NURDIN HIDAYATULLOH EL-GHIFARI
ENDUN HAN HAN
ANTON SETIAWAN
ILHAM CAHAYA SAPUTRA
PRAYOGA SETIAWAN
RANGGA SUBAKTI
H. HERMAN
DEDEN DENDI
Kasi Kesejahteraan
AEP SOPYAN
Kasi Pemerintahan
LUTHFI PRAMA RIZKI
Desa Cigentur
Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, 32
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
144.323 Kali
HUKUM MENAHAN HAK ORANG LAIN DALAM ISLAM
41.328 Kali
VISI MISI DAN PROGRAM KERJA | DESA CIGENTUR 2020-2026
26.640 Kali
Fungsi, tugas, dan tanggung jawab Rukun Tetangga RT/RW
22.077 Kali
MEKANISME PENGANGKATAN PERANGKAT DESA BARU
19.065 Kali
MUSYAWARAH DESA (MUSDES)
15.179 Kali
ARTI SEBUAH KEBERSAMAAN
11.414 Kali
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PUSKESMAS CIPEDES
1.554 Kali
TINDAK LANJUT INPRES 17 TAHUN 2025
94 Kali
MONITORING DAN EVALUASI
91 Kali
BIBIT POHON BUAH-BUAHAN MURENBANG
82 Kali
PENGANGKATAN SAMPAH DI BENDUNGAN SUNGAI
155 Kali
RAPAT KOORDINASI DAN SOSIALISASI APLIKASI (SIKASEP)
137 Kali
PERESMIAN POSBANKUM DESA SE-JAWA BARAT
1.037 Kali
PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI WANITA
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 1,703 |
| Kemarin | : | 1,916 |
| Total | : | 62,369 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.223 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar